{{ message }}

Pengundian Nomor Urut Cagub (Tidak) Direkayasa

Rabu, 14 Februari 2018 - 09:25:38 AM | 278 | Pileg

Pengundian Nomor Urut Cagub (Tidak) Direkayasa

 


INILAMPUNG.Com -- Pengundian nomor urut pasangan calon gubernur berlanngsung lancar meskipun sempat menegangkan. Benarkah, penentuan nomor paslon sudah direkayasa?

Publik di Lampung, terutama tamu undangan yang hadir memenuhi ruang ballroom Hotel Novotel, pada Selasa (13/2/2018), malam itu heboh, tegang dan sukacita.

Apalagi, seribuan lebih massa pendukung memadati halaman, lobby utama, taman parkir hotel berbintang empat tersebut. Mereka melakukan berbagai cara penyambutan dan atraksi menasik. Ada parade singa, ada musik tradisonal, dan bahkan jemaah ibu ibu pengajian.

Komisioner KPU Lampung, M. Tio Aliasyah ditugasi memandu proses pengundian nomor urut. Sementara Nanang Trenggono, ketua KPU mengatur jalanya prosesi, dari memandu kemudian membagi tugas kepada masing-masing anggotanya.

Detik-detik undian berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB. Pertama, para calon pasangan diminta maju mengambil posisi di depan. Langkah berikutnya ada 12 bola yang telah disiapkan, untuk kemudian diaduk oleh pihak BIN dan Kapolda serta stacholder.

Setelah itu, calon wakil gubernur masing-masing pasangan dipanggil kembali --- sesuai urutan kehadiran lalu diminta mengambil satu buah bola dari 12 bola yang disediakan: pertama Ahmad Jajuli, Chusnunia Chalim, Sutono dan Bachtiar Basri.

Pemilihan 12 bola tersebut didasarkan pada jumlah partai politik yang kini ikut dalam kontentasi (pengusuang) Pilkada di Lampung. Langkah lanjutanya, disusul masing-masing kandidat calon gubernur: Herman HN, Arinal Djunaidi, Ridho Fichardo, dan terakhir Mustafa.

“Ada empat bola, diisi angka 1-4 bola dengan warna sama, silahkan diaduk dulu oleh calon bawaslu, Danrem dan Kapolda,” ucap Tio memandu acara.

Proses pengambilan nomor urut juga menghadirkan ikon Pilgub KPU Lampung bergambar gajah.

Para calon gubernur kemudian secara serentak membuka nomor yang mereka pegang masing-masing.
Hasilnya, Ridho menunjukkan nomor 1, Herman nomor 2, Arina nomor 3, dan Mustafa nomor 4.

Nomor yang dipegang masing-masing kemudian ditetapkan dalam pleno sebagai nomor urut pasangan calon.

Perolehan yang didapat mengejutkan tamu undangan. Ridho - Badhtiar mendapat angka satu (1), Herman HN- Sutono (angka 2), Arinal Djunaidi - Chusnunia (angka 3), dan Mustafa -


Tidak Direkayasa

Ketua KPU Nanang Trenggono mengatakan, proses pengundian murni alias tidak ada rekayasa. “Untuk menjaga ini prosedur, apa yang akan kita lakukan bersama menjadi suatu yang adil bagi semua,” ujar ketua KPU Nanang Ternggono membuka jalannya pleno.

Usai pengundian nomor urut pasangan calon di Pilgub Lampung 2018, masing-masing pasangan tampak puas. Ridho-Bachtiar mengaku akan membuktikan bahwa nomor yang telah kami dapatkan menjadi pemenang (nomor satu).

"Kita gak perlu bicara ini program, yang akan tunjukan lebih baik lagi," tutupnya.

Pasangan Herman HN-Sutono berjanji pengobatan gratis. "Nanti berobat gratis mobil masuk desa, pendidikan gratis ini akan berlanjut diprovinsi Lampung," tegasnya.

Menurut Arinal, nomor tiga menjadi penanda keberuntungan. "Kami tida akan masalahkan nomor calon, tetapi saya melihatnya angka tiga bakal menjadi keberuntungan." kata Arinal usai pengundian. (*/sj)

 

 




BERITA LAINNYA

Terpopuler