{{ message }}

Pengguna Browser Chrome Diimbau Waspada

Kamis, 8 Februari 2018 - 08:23:37 AM | 2030 | Gadget

Pengguna Browser Chrome Diimbau Waspada

 

INILAMPUNG.Com - Pengguna browser Google Chrome diimbau lebih waspada, karena menjadi sasaran penipuan berupa spam dan pencurian data kartu kredit. Modus terbaru adalah membekukan browser web, sehingga Anda tak akan bisa menutupnya.

Setelah itu muncul sebuah pesan popup di layar, mendorong Anda untuk menghubungi alamat atau nomor telepon yang ada di browser tersebut.

Cara seperti itu bertujuan menimbulkan kepanikan dan mengelabui korban supaya membayar biaya teknis yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Ujung-ujungnya informasi kartu kredit Anda dicuri.


Modus seperti itu ditemukan perusahaan keamanan siber Malwarebytes. Mengatakan bahwa sebagian besar modusnya berasal dari iklan jahat dan situs web yang terinfeksi, dan target utamanya pengguna Google Chrome di Windows.

"Selama kuartal terakhir, kami mencatat peningkatan peringatan browser palsu yang mendorong penipuan dukungan teknologi," kata perusahaan itu, dikutip Kamis (8/2/2018).

Menurut Malwarebytes, scammers berhasil membekukan browser Chrome dengan cara membombardirnya dengan ratusan file download berurutan.

"Cara itu terjadi cepat tapi Anda mungkin bisa mengatasinya jika mencoba menutup tab browser sejak dini," kata perusahaan itu.

Setelah itu muncul pesan popup mengklaim bahwa komputer korbannya telah terinfeksi virus. Dan mengatakan bahwa informasi sensitif termasuk login Facebook mereka, rincian kartu kredit dan foto telah dicuri.

Penipun itu akan menyarankan korban untuk menghubungi nomor tertentu - yang diklaim sebagai anggota perusahaan teknologi yang resmi - dalam lima menit, untuk mencegah komputer mereka rusak lebih parah.

"Mengingat Chrome memiliki pangsa pasar paling banyak dalam kategori browser, ini adalah satu lagi contoh ancaman skema rekayasa sosial baru," kata Malwarebytes.

Malwarebytes memberi tips supaya terhindar dari masalah seperti itu. Karena sebagian besar loker browser didistribusikan melalui malvertising, cara yang efektif menghindarinya adalah menggunakan ad-blocker.

Dan upaya terakhir adalah menggunakan Windows Task Manager sehingga memungkinkan Anda keluar secara paksa dari browser. (aja)



Terpopuler