{{ message }}

Misteri `Cheese` yang Jegal Cagub Lampung 

Rabu, 28 Februari 2018 - 05:16:04 AM | 1301 | Opini

Misteri `Cheese` yang Jegal Cagub Lampung 
Herman Batin Mangku. (inilampung.com/ist).

INILAMPUNG.COM - KETIKA megaskandal korupsi Hambalang yang memenjarakan Anggelina Sondakh terbongkar, Komite Anti Korupsi (KPK) menguak misteri "apel malang" dan "apel washington".
Ternyata, apel malang kata ganti dari uang rupiah dan apel washington kamuflase dari uang dollar.

Ketika tertangkap tangan dugaan gratifikasi yang melibatkan calon gubernur (cagub) Lampung Mustafa, pertengahan Februari ini, KPK kembali menyelusuri istilah "cheese". Misteri "cheese" itu yang juga mencokok jajaran Pemkab dan sejumlah anggota DPRD Lampung Tengah.

KPK yang menyatakan adanya misteri istilah "cheese"  dalam negosisasi dugaan gratifikasi Rp1 M yang mungkin lewat penyadapan telepon, "cheese" atau keju. Makanan sedap yang terbuat dari susu hewan yang sering dibekukan jadi batangan.

"Dalam komunikasi, muncul kode 'cheese' sebagai sandi untuk sejumlah uang yang dipersyaratkan agar pihak DPRD menandatangani surat pernyataan tersebut," kata Wakil Ketua KPK Laode Syarif dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Jika mereka warga provinsi ini, pasti paham bahwa bukan "cheese" yang artinya keju yang dimaksud jadi kata ganti uang, tapi "cis". Warga Lampung sudah familier dengan kata ganti dari uang atau duit tersebut.

"Cis" yang berasal dari singkatan kata dalam Bahasa Banten: picis. 
Di Lampung, banyak warganya bersuku Banten. "Cis" telah masuk ke berbagai komunitas:  pejabat, pengusaha, wakil rakyat, preman, ormas, hingga ke kalangan aktivis partai. Dengan mengganti kata uang dengan "cis", banyak yang merasa lebih cair transaksinya.

Populernya kata "cis" sejak puluhan tahun lalu ketika Jazuli Isa dan Alzier Dianis Thabranie masih aktif di Puskud Lampung. Kedua tokoh Lampung itu sempat memimpin Partai Golkar Lampung dan pernah menjadi calon gubernur Lampung. Dalam posisinya sebagai tokoh masyarakat, keduanya kerap mengganti kata uang dengan cis.

Jazuli Isa yang bersuku Banten sering konfirmasi soal uang kepada "hopengnya" Alzier Dians Thabranie, cagub yang sempat dijuluki "pohon uang" : "Ana picisi ora?" Alzier yang bersuku Lampung mengambil singkatnya. "Beres cis mah Kang!" 

Awalnya, kata cis mulai dipakai sebagai kata ganti uang di lingkaran Alzier Dianis Thabranie. Lama-lama, istilah tersebut bocor hingga keluar lingkaran mereka. Apalagi, banyak orang-orang lingkaran Alzier yang kini jadi tokoh, ada anggota legislatif, kontraktor, kepala daerah, termasuk Bupati Mustafa.

Alzier juga selama memimpin Partai Golkar mengumpulkan banyak orang dari berbagai kalangan di berbagai tempat. Dan, dia sudah selalu menggunakan kata "cis" untuk mengganti kata uang. Bak virus, istilah cis pun terus melebar kemana-kemana.

Akhirnya, cis populer di masyarakat Lampung saat ini. KPK mengungkapkan adanya kata "cheese" semakin melambungkan kata "cis" tersebut. "Cis" bukan kata misteri, sudah menjadi kata ganti uang bagi sebagian masyarakat di Lampung. 

Ada lagi, selain "cis", istilah pengganti kata yang berkaitan dengan uang yang berawal dari lingkaran Alzier Dianis Thabranie, yakni "siram", "ngisi", " sawer", dan "ospul". 

Siram artinya memberikan uang. Siapapun jika sudah disiram pasti adem. Ngisi mirip dengan siram. Jika pulang sudah ngisi, pasti jalannya segar, tegak, tidak " tengki miring" (bokek) lagi.

Sawer juga, sama, yakni memberikan uang. Ospul singkatan dari ongkos pulang. 

Untuk suatu kegiatan yang bersifat konsolidasi atau pengumpulan massa, "cis" pasti diperlukan untuk tarup, kursi, konsumsi, dan lainnya.

"Cis" juga kadang harus disiapkan untuk nyiram agar massanya ngisi dan adem. Syukur-syukur, pulangnya, ada ospul. Apalagi musim pilkada ini, bisa menang banyak (nangkanyab). Cis.

Oleh Herman Batin Mangku

Pengurus PWI Lampung, pengurus SMSI Pusat, wartawan kopetensi utama.




BERITA LAINNYA

Terpopuler