{{ message }}

Dinas Sosial Lampung Bina Anak Putus Sekolah

Minggu, 11 Februari 2018 - 06:17:26 AM | 215 | Pendidikan

Dinas Sosial Lampung Bina Anak Putus Sekolah
Sosialisasi pelayanan pembinaan anak didik putus sekolah di Kabupaten Pringsewu. (inilampung.com/tyo).

INILAMPUNG.COM - Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelayanan Sosial Bina Remaja (PSBR) Radin Intan Dinas Sosial Provinsi Lampung pada 2018 ini melakukan pembinaan kepada 10 anak putus sekolah di Kabupaten Pringsewu.

Menurut Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD PSBR Radin Intan Endik Sriwijanarti, dalam pelaksanaan pelayanan bagi siswa UPTD PSBR itu hanya berjalan tujuh bulan dimulai April hingga Oktober 2018.

Sedang kegiatan bimbingan belajar (bimbingan sosial keterampilan) meliputi bimbingan mental, bimbingan sosial dan fisik. Juga pemberian bimbingan keterampilan terdiri dari jurusan keterampilan menjahit, elektronik mekanis motor serta keterampilan tata rias.


Endik Sriwijanarti menuturkan, untuk kriteria calon siswa itu yakni, remaja putus sekolah (keterlantaran dan kemiskinan), usia 13 hingga 20 tahun, berdomisili di wilayah Provinsi Lampung, status yatim, piatu dan yatim piatu terlantar. "Belum menikah, berkelakuan baik dan tidak sedang bermasalah dengan hukum serta berbadan sehat," terangnya.

Sedanga fasilitas yang diberikan selama tujih bulan itu diantaranya, siswa siswi di asrama kan, mendapat makan 3 kali sehari, pakaian seragam, perlengkapan alat tulis dan alat kebersihan.

Endik Sriwijanarti menuturkan, bahwa program itu dalam rangka penerimaan siswa baru Tahun 2018. Namun pihak UPTD PSBR Radin Intan Provinsi Lampung terlebih dulu melakukan sosialisasi seperti di Kabupaten Pringsewu, pada pakan lalu.

Sosialisasi itu berlangsung di salah satu rumah warga pekon Banyuwangi Kecamatan Banyumas Hanifudin. Selain dihadiri oleh Kepala Sub Bag Tata Usaha UPTD PSBR Radin Intan juga didampingi oleh Pekerja Sosial pada UPTD PSBR, Sulistianingsih. Serta dari unsur Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu. Dengan peserta berjumlah 30 orang yang terdiri dari unsur TKSK, PSM, aparat pekon, warga masyarakat, dan anak-anak putus sekolah dan terlantar.

Endik menuturkan, bahwa program pelayanan sosial bagi anak remaja penyandang masalah sosial terutama yang mengalami putus sekolah telah dilakukan pemerintah melalui penyelenggaraan pelayanan dengan memberikan bimbingan keterampilan dan kewirausahaan.

Menurutnya, UPTD yang beralamat di Jl. Panglima Polim Tanjungkarang Barat Bandarlampung itu berdiri sejak 1978 dan bertujuan membina remaja putus sekolah agar mandiri.

Endik Sriwijanarti menambahkan, seluruh pelayanan UPTD PSBR tidak dipungut biaya. Setelah selesai mengikuti bimbingan, para siswa akan dibekali dengan tool kit sebagai stimulan dalam memulai usaha, atau dapat disalurkan pada tempat tempat usaha sesuai dengan keterampilan yang dimiliki.

"Maka kami harapkan kepada calon siswa untuk segera menentukan pilihan jurusan apa yang diminatinya. Sebagai motivasi bagi calon siswa, disampaikan daftar para alumni yang telah berhasil dalam usahanya,"ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu Tri Kadarmanto, mengharapkan kepada calon siswa agar dapat memanfaatkan kesempatan yang diberikan dengan sebaik baiknya, agar terjadi perubahan yang lebih baik untuk meningkatkan taraf kehidupan di masa depan. (tyo/ilc-1).

 

 



Terpopuler