{{ message }}

Data Pajak, File Paling Dicari Penjahat Siber

Selasa, 6 Februari 2018 - 09:11:58 AM | 236 | Bisnis

Data Pajak, File Paling Dicari Penjahat Siber

 

INILAMPUNG.Com - Tahukah Anda bahwa penjahat siber menjadikan file ini sasaran paling dicarinya? Jawaban adalah pengembalian pajak Anda. Karena itu, pengarsipan awal satu hal terpenting yang harus Anda lakukan dalam hal pajak.

Tahun lalu kejahatan itu memecahkan rekor, menurut Data Breach Year-End Review, dirilis Pusat Sumber Daya Pencurian Identitas dan CyberScout, Amerika Serikat.

Ada 1.579 pelanggaran pada tahun 2017, meningkat 44,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Lebih buruk lagi, jumlah sebenarnya dari catatan termasuk dalam pelanggaran ini meningkat 88 persen setelah tahun 2016.


Emory Simmons, pakar keamanan dan pemilik perusahaan teknologi CMIT Solutions, dikutip dari HuffPost, Selasa (6/2/2018), mengatakan, lonjakan penipuan phishing juga melonjak dengan menargetkan perusahaan besar dan kecil, yang meminta informasi pajak.

"Yang terpenting Anda harus memastikan mengakses layanan pengarsipan pajak online dengan koneksi internet terpercaya dan aman," kata Simmons.

Itu berarti Anda saat mengajukan pengembalian pajak Anda jangan menggunakan koneksi Wi-Fi publik, seperti perpustakaan umum, kedai kopi, atau komputer di pusat bisnis hotel.

Setelah Anda masuk ke situs web layanan pajak, periksa apakah ada "s" di "https" di awal alamat web. HTTTPS berarti Hypertext Transfer Protocol Secure, dan Anda berada di situs dengan lapisan keamanan tambahan pada data saat transit.

Di situs HTTP - tanpa "s" - data dikomunikasikan antara browser Anda dan situs web dikirim dalam teks biasa. Jika seseorang mencegat hubungan di tengah, mereka dapat dengan mudah melihat informasi yang Anda kirim.

Hal ini sangat berbahaya saat pengguna mengisi informasi sensitif, seperti nomor kartu kredit.

Saat Anda menavigasi ke situs web layanan pajak pilihan Anda, Anda harus mengetikkan URL sendiri. Bukan menggunakan mesin pencari. Ini mengurangi kemungkinan mengeklik situs web palsu yang dibuat meniru situs yang sah.

Juga jangan pernah memotret informasi pajak, termasuk formulir W-2. Pastinya tidak email atau teks informasinya kepada siapapun. Jika Anda menggunakan ahli pajak profesional, tanyakan bagaimana mereka melindungi datanya.

Cari tahu bagaimana informasi disimpan, bagaimana komputer mereka dilindungi dan jenis autentikasi multifaktor yang mereka miliki untuk melindungi informasi sensitif Anda. Menggunakan preparer pajak berarti Anda mempercayai bahwa komputer dan koneksi internet aman.

Simmons menambahkan, di dunia ini ada komunitas geng siber kriminal internasional yang khusus beraksi pencurian data pajak.

Jika Anda mengirim surat kembali secara fisik, jangan pernah memasukkannya ke dalam kotak surat keluar yang dapat diakses oleh orang lain, kata Eva Velasquez, Presiden dan CEO Pusat Pencurian Identitas. "Sebaliknya, kirimkan langsung dari kantor pos," katanya. (aja)

 



Terpopuler