{{ message }}

Dampak Buruk Google dan Facebook: Depresi sampai Harga Diri

Senin, 5 Februari 2018 - 11:59:40 AM | 231 | Gadget

Dampak Buruk Google dan Facebook: Depresi sampai Harga Diri
Kantor Google di Jakarta (inilampung.com/google)

INILAMPUNG.Com - Mantan pekerja Google dan Facebook memulai kampanye kesadaran efek negatif penggunaan produk dua perusahaan raksasa tersebut. Di antara keprihatinan mereka adalah dampak kecanduan teknologi terhadap individu, terutama anak-anak dan pengguna berusia muda, serta masyarakat secara keseluruhan.

Tristan Harris, mantan ahli etika internal Google memelopori kampanye kelompok baru tersebut, yang disebut Center for Humane Technology.

Ia bekerja sama dengan kelompok pengawas media nonprofit Media Common Sense, berencana melobi pemerintah Amerika Serikat atas masalah kecanduan teknologi.


Kerja sama itu juga termasuk kampanye melalui media yang ditujukan untuk 55 ribu sekolah umum di AS, untuk meningkatkan kesadaran terhadap orang tua, siswa, dan guru.

Menurut situs web Media Common Sense, seprerti dikutip dari Mail Online, Senin (5/2/2018), penggunaan berlebihan media sosial mengakibatkan kesehatan mental termasuk depresi, stres, kecemasan, citra diri, dan harga diri.

Kampanye disebut The Truth About Tech juga berusaha mengatasi masalah yang lebih luas yang disebabkan oleh teknologi. Termasuk kekuatannya memengaruhi hubungan dan bahkan politik.

"Kami berada di dalam, jadi tahu apa ukuran perusahaan. Tahu bagaimana mereka berbicara dan bagaimana tekniknya bekerja," kata Harris kepada New York Times.

Ini bukan pertama kalinya mantan pemimpin perusahaan teknologi mengungkapkan keprihatinan atas produknya.

Bulan Desember 2017, mantan eksekutif Facebook Chamath Palihapitiya menentang jejaringan sosial yang dia bantu ciptakan. Ia mengatakan media sosial telah merobek masyarakat berkeping-keping dan terpisah.

Palihapitiya bergabung dengan Facebook tahun 2007, ia menjadi wakil presiden untuk pertumbuhan pengguna. Dia merasa bersalah luar biasa atas pengaruh Facebook dan kemampuannya memanipulasi pengguna.

Dia juga menyarankan pengguna beristirahat dari penggunaan media sosial sama sekali.

Facebook sendiri mengakui bahwa jejaring sosial yang mereka kembangkan dapat menjadi ancaman bagi demokrasi, yakni melalui penyebaran berita palsu. (aja)



Terpopuler