{{ message }}

Cegah Kasus Marhayati Terulang, Bupati Lamtim Siapkan Program Jitu

Kamis, 8 Februari 2018 - 12:25:51 PM | 173 | Politik

Cegah Kasus Marhayati Terulang, Bupati Lamtim Siapkan Program Jitu
Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.Com - Akhirnya Marhayati, tenaga kerja Indonesia yang terdampar selama 11 tahun di Thailand, bisa pulang ke Lampung. Marhayati tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Kamis (8/2/2018) dini hari didampingi petugas Kementerian Tenaga Kerja RI.

"Sudah sampai Jakarta. Sekarang mampir di rumah keluarganya di Tangerang menunggu keluarga menjemput pulang ke Lampung. Kita akan jemput dan kasih dukungan untuk keluarga Marhayati," kata Bupati Lampung Timur (Lamtim) Chusnunia Chalim, Kamis (8/2/2018).

Bupati berterima kasih atas upaya Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Luar Negeri memulangkan warga Lampung yang terlantar di negeri orang itu.

"Kepada Pak Hanif dan Bu Retno dan semua jajaran yang telah membantu, atas nama rakyat Lampung, kami mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya," ujarnya.

Nunik, panggilan akrab bupati, menjelaskan, penanganan TKI dan keluarga TKI asal Lampung harus secepatnya diperbaiki. Caranya dengan mempersiapkan lapangan kerja yang luas bagi rakyat di desa-desa di seluruh Lampung. Dan hal ini sedang berjalan di Lampung Timur.

"Kita bentuk desk kreatif bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja melakukan berbagai kegiatan ekonomi produktif pada mantan TKI dan keluarganya. Harapannya bisa membantu ekonomi keluarga sehingga mereka tidak perlu lagi ke luar negeri," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya menyiapkan pendampingan manajemen keluarga agar uang hasil kerja di luar negeri dapat digunakan untuk usaha produktif.

Selain itu, program lowongan kerja online yang bisa disambungkan dengan berbagai perusahaan di Lampung Timur dan seluruh Lampung. Agar rakyat bisa mendapatkan pekerjaan tanpa harus keluar Lampung apalagi keluar negeri.

"Lewat online ini mantan TKI dan keluarga serta seluruh masyarakat kita sambungkan dengan perusahaan-perusahaan setempat yang membutuhkan tenaga kerja," katanya. (rls)



Terpopuler