{{ message }}

Sepanjang 2017, Toyota Avanza jadi yang Terlaris

Kamis, 28 Desember 2017 - 10:40:53 AM | 400 | Otomotif

Sepanjang 2017, Toyota Avanza jadi yang Terlaris
Toyota Avanza. (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.Com - Toyota Avanza masih menjadi pemimpin di segmen low multi purpose vehicle (LMPV).

Sepanjang tahun 2017, data wholesales (pabrik ke diler) mobil sejuta umat itu sudah mencapai 109.529 unit.

Berdasarkan data yang disarikan dari Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), hingga November 2017 produk-produk dari Toyota masih menguasai tiga besar dari 20 mobil terlaris  2017.


Peringkat kedua terlaris di 2017 masih dipegang produk Toyota yakni Toyota Calya dengan perolehan angka hingga November 2017 sebesar 68.038 unit dan peringkat ketiga Kijang Innova dengan angka 56.397 unit. 

Dari September ke November, secara umum pasar juga turun. Namun, ada kekecualian buat Honda.

Dari data Gaikindo pertengahan Desember 2017, atau menjelang akhir tahun, Honda terus mempertahankan dominasinya di pasar low sport utility vehicle (LSUV) tanah air dengan menguasai total 58% pangsa pasar yang disumbangkan oleh penjualan dua produk andalannya di kelas ini. 

Honda HR-V 1.5L menjadi market leader dengan pangsa pasar 36% setelah meraih penjualan sebanyak 31.092 unit di sepanjang tahun ini, sementara Honda BR-V menyumbangkan pangsa pasar 22% setelah membukukan penjualan 19.011 unit di tahun 2017. 

Sementara itu, produk yang menyumbang penjualan tertinggi untuk Honda tahun ini datang dari Honda Brio Satya yang mencatat penjualan 39.401 unit dengan pangsa pasar 18% di kelas LCGC. Selanjutnya, Honda CR-V terjual sebanyak 13.893  unit di tahun 2017, dengan pangsa pasar 21% di kelas SUV.

Sepanjang tahun 2017, Honda Mobilio terjual 33.366 unit dengan pangsa pasar sebesar 14% di kelas LMPV.

Dikatakan Jonfis Fandy, Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor, kontribusi segmen SUV dan LSUV terhadap market otomotif tahun ini masih sangat signifikan, dan kami bersyukur bahwa produk-produk Honda terus menjadi pilihan konsumen di segmen ini. 

Di sisi lain, Daihatsu melewati periode 11 bulan menjelang penutupan akhir tahun (Januari-November) 2017, Daihatsu masih bertahan di peringkat kedua penjualan otomotif nasional. Secara total penjualan wholesales Daihatsu mencapai 173.353 unit dengan market share sebesar 17,4%, sedangkan total retailsales sebesar 165.855 unit dengan market share mencapai 17,3%.

Pada sisi wholesales, Sigra masih menjadi pilihan utama masyarakat dengan raihan 41.538 unit atau 24%, disusul dengan kontributor lainnya yaitu Gran Max (PU) yang berkontribusi 38.569 unit (22%), dan ketiga yaitu Xenia sebanyak 35.501 unit (20%). Selanjutnya ada Daihatsu Ayla menyumbang 27.291 unit (16%), disusul Gran Max (MB) 13.491 unit (8%), dan Daihatsu Terios 10.344 unit (6%). Untuk Daihatsu lainnya (others), meliputi Daihatsu Luxio, Sirion, Hi-Max dan Copen cetak angka penjualan dengan total sebesar 6.619 unit (4%).

Pada penjualan retailsales, Sigra tetap menjadi favorit di hati masyarakat dengan raihan 42.458 unit atau 26%, disusul Gran Max Pick Up (PU) pada urutan kedua sebanyak 36.147 unit (22%), dan Xenia sebesar 32.738 unit (20%). Tak mau kalah, Daihatsu Ayla menyusul dengan torehan 24.743 unit (15%), Gran Max Mini Bus (MB) 12.068 unit (7%), serta Terios 10.359 (6%). Daihatsu lainnya (Luxio, Sirion, Hi-Max, dan Copen) ikut menyumbang hasil yang cukup baik dengan total 7.342 unit (4%).

”Saat ini pasar otomotif masih cenderung stagnan. Kami terus mengevaluasi pasar sesuai dengan target dan perkembangan secara keseluruhan. Raihan saat ini membuktikan bahwa Daihatsu tetap menjadi pilihan di hati masyarakat. Kami berharap pencapaian ini dapat meningkatkan motivasi kami, baik pada produk, maupun pelayanan purnajual Daihatsu,” ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM). 

Patut dicermati pula kehadiran Mitsubishi Xpander serta Wuling Confero S, sebelum hadirnya All New Toyota Rush dan All New Daihatsu Terios serta andalan mobil asal Tiongkok lainnya, Sokon dan Cortez. 

Namun, kehadiran mobil-mobil baru kelas 7-penumpang asal Tiongkok ini mesti terlebih dahulu dapat membuktikan eksisitensinya, untuk mampu menggoyahkan dominasi pasar mobil asal Jepang.(dbs)

editor : wawan s



Terpopuler