{{ message }}

Pringsewu Deklarasi Daerah Bebas Buang Air Sembarangan

Senin, 18 Desember 2017 - 08:58:25 AM | 262 | Politik

Pringsewu Deklarasi Daerah Bebas Buang Air Sembarangan
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.Com - Pemeritah Kabupaten Pringsewu akan mendeklarasikan sebagai daerah terbebas dari buang air sembarangan pada 29 Desember 2017.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Pringsewu Fauzi saat menerima kunjungan sejumlah pejabat Pemerintah Sumatera Barat di ruang rapat bupati setempat, Senin (18/12/17).

Kunjungan para pejabat Pemerintah ‎Sumatera Barat itu untuk mempelajari program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STMB) di Pringsewu yang dinilai berhasil.

Bersama Wabup Fauzi, rombongan pejabat dari Sumbar itu mengunjungi lokasi STMB di Kecamatan Pagelaran. "Semoga kunjungan ini memberikan manfaat dan mempercepat realisasi Universal Acces Sanitasi, baik di Pringsewu maupun Sumatera Barat," katanya.

Wabup Pringsewu memaparkan, program ini dikerjakan bersama SNV yang telah bermitra dengan Pemkab Pringsewu untuk mempercepat Akses Universal Sanitasi. SNV memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam program STMB.

Hasilnya, terjadi perubahan perilaku dari yang belum memiliki jamban sampai mempunyai jamban sehat dan stop buang air besar di sembarang tempat atau ODF (Open Defecation Free) di 22 pekon Kecamatan Pagelaran, 1 pekon di Kecamatan Ambarawa Timur, 1 Pekon di Kecamatan Adiluih dan 3 pekon di Kecamatan Banyumas.

"Insya Allah Pemkab Pringsewu akan mendeklarasikan diri sebagai kabupaten terbebas dari buang air besar sembarangan pada 29 Desember 2017 mendatang," jelasnya.

Di sisi lain Fauzi mengatakan, bahwa penyelenggaraan STMB dilaksanakan oleh masyarakat secara mandiri dengan berpedoman pada pilar STMB yakni stop buang air besar sembarangan (BABS), cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga serta pengamanan limbah cair rumah tangga.

Wabup Pringsewu menuturkan, program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat bertujuan untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri agar membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Hal itu bertujuan memutus mata rantai ‎penularan penyakit dan keracunan terutama dari lingkungan sekitar kita. "Maka pendekatan ini dilakukan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan,"paparnya.

"Sedang pendekatan itu telah dicanangkan menjadi program nasional dan merupakan strategi nasional dengen Permenke‎s No.3 tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STMB)," imbuh Fauzi. (tyo)

Editor: furqon



Terpopuler