{{ message }}

Jejak Akil dan Susi di Pilkada Lampung

Sabtu, 19 Oktober 2013 - 01:48:43 AM | 208 | Hukum

Jejak Akil dan Susi di Pilkada Lampung

 
[toggle title="Foto:"] Pengacara STA dituduh perantara untuk memuluskan vonis MK [/toggle] INILAMPUNG.Com -- Aroma tak sedap mulai muncul dibalik sejumlah putusan MK, termasuk pada saat Akil Mochtar menanggani sengketa Pilkada Lampung. Nama Susi Tur Andayani, diduga pernah mengirim sejumlah uang kepada Akil Mochtar saat sengketa Pilkada Lampung Selatan. Bau "menyengat" itu terjadi antara Agustus 2010. Dalam pengembangan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Akil Mochtar sebagai tersangka dalam kasus suap baru, selain Pilkada Gunung Mas dan Lebak. Belum ada keterangan resmi soal sengketa Pilkada baru yang diusut, namun diduga kuat berhubungan dengan Susi Tur Andayani. Salah satu kasus yang pernah ditangani oleh Susi adalah sengketa Pilkada Lampung Selatan pada tahun 2010. Kala itu Susi menjadi pengacara pihak yang digugat, yakni pasangan terpilih Ryco Menoza dan Eki Setyanto. Mereka digugat kemenangannya oleh tiga pasangan calon lain yang kalah. Akil menjadi ketua hakim panel dalam perkara itu, bersama Muhammad Alim dan Hamdan Zoelva sebagai anggota. Menurut pakar hukum tata negara Refly Harun, posisi ketua panel sangat strategis karena bisa mengarahkan putusan. Hingga akhirnya dalam sidang 4 Agustus 2010, 9 hakim konstitusi akhirnya memutuskan gugatan para pemohon ditolak. Kubu yang dibela Susi pun bisa mempertahankan kemenangannya. Belakangan, tercium aroma tak sedap di balik putusan itu. Ada kiriman uang dari Susi ke Akil melalui rekening BCA senilai Rp 250 juta, tak lama setelah palu diketok. Diduga kuat, aliran dana ini juga terdeteksi beberapa kali di sengketa Pilkada berbeda. Namun sebagian ditransfer ke rekening CV Ratu Samagat. Dari sini, penyidik KPK kemudian menelusuri kedekatan Susi dan Akil, hingga akhirnya keduanya dicokok pada 2 Oktober 2013 lalu. Susi yang membela kubu penggugat Pilkada Lebak, diduga hendak memberikan Rp 1 miliar kepada Akil untuk memenangkan gugatannya. Ternyata, Akil pun memutuskan untuk mengulang Pilkada Lebak. Cocok dengan keinginan kubu Susi yang kalah dalam pemilihan itu. Pengacara Akil Mochtar, Tamsil Sjoekoer, saat dikonfirmasi soal perkara Lampung Selatan, mengaku belum tahu. Dia sudah menerima surat penyidikan baru, namun dalam konteks Pilkada yang mana, tak jelas. "Saya sudah tahu ada sprindik (surat perintah penyidikan-red) baru, tapi detailnya belum tahu apa," kata Tamsil. (*) *) detik.com




BERITA LAINNYA

Terpopuler